Sparkly Santa Hat Ice Cream

Selasa, 09 Oktober 2012

BAB II STUDI LITERRATUR


2.1.     Teori tentang OPC dan APC
Tata letak pabrik atau tata letak fasilitas dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi (Wignjosoebroto, 2000). Berdasarkan aspek dasar, tujuan, dan keuntungan yang bisa didapatkan dalam tata letak pabrik yang terencanakan dengan baik, maka dapat disimpulkan enam tujuan dasar dalam tata letak pabrik (Wignjosoebroto, 2003). Enam tujuan dasar tersebut mencangkup integrasi secara menyeluruh dari semua faktor yang mempengaruhi proses produksi, perpindahan jarak yang seminimal mungkin, Aliran kerja berlangsung secara lancar melalui pabrik, semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien, kepuasan kerja dan rasa aman dari pekerja dijaga sebaik-baiknya, dan pengaturan tata letak harus cukup fleksibel.
Rencana pemindahan barang dan  peralatan mungkin telah memberikan gambaran umum terhadap metode pemindahan. Urutan proses produksi merupakan dasar bagi perancangan pola aliran (Wignjosoebroto, 2000). Berikut ini adalah mengenai siklus aliran yang umum dilihat dalam proses produksi dari suatu pabrik.

Gambar 2.1 Siklus aliran bahan dalam sebuah pabrik.
Sumber: Wignjosoebroto (2000).

Sedangkan untuk macam-macam pola aliran bahan yang biasa diterapkan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2 Pola aliran material
Sumber : Apple (1990).

Pengaturan departemen dalam sebuah pabrik (dimana fasilitas produksi akan diletakkan dalam tiap departemen sesuai dengan pengelompokannya) akan didasarkan pada aliran bahan yang bergerak diantara fasilitas produksi atau departemen tersebut. Ada dua macam analisa teknis yang biasa digunakan dalam perencanaan aliran bahan (Wignjosoebroto, 2000). Analisa konvensional merupakan metode yang umumnya digunakan selama bertahun-tahun, relatif mudah untuk digunakan, dan terutama cara ini akan berbentuk gambar grafis yang sangat tepat untuk maksud penganalisa aliran semacam ini.
Analisa modern merupakan metode baru untuk menganalisa dengan mempergunakan cara yang canggih dalam bentuk perumusan dan pendekatan yang bersifat deterministik maupun probabilistik. Metode analisa ini termasuk teknik penganalisaan modern yang merupakan bagian dari aktivitas penelitian operasi, yang mana perhitungan yang kompleks akan dapat ”disederhanakan” dengan penerapan komputer. Teknik analisa ini bisa juga digunakan untuk merencanakan metode seperti program linier, analisa keseimbangan lintasan, teori antrian, dan lain-lain.
Beberapa teknik konvensional yang umum dipakai dan berguna dalam proses perencanaan aliran bahan diantaranya peta proses operasi, peta aliran proses, diagram aliran, peta proses produk-darab (MPPC), peta dari-ke (from to chart) (Apple, 1990). Aliran bahan bisa diukur secara kualitatif dengan menggunakan tolak ukur derajat kedekatan hubungan antara suatu fasilitas (departemen) dengan fasilitas lainnya. Metode kualitatif tersebut diantaranya dengan menggunakan diagram hubungan aktivitas (ARD) dan peta hubungan aktivitas (ARC). Sedangkan untuk perancangan tata letak fasilitas dengan menggunakan diagram pengalokasian wilayah (AAD), dan Template (Wignjosoebroto, 2000).
Peta proses operasi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan operasi dan pemeriksaan (Sutalaksana, 2004).
Tabel 2.1 Tahapan Informasi untuk Menyusun Peta Proses Operasi
No.
KETERANGAN
1.
Menyusun benda kerja yang akan dibuat atau gambar teknik yang dibuat oleh perancang.
2.
Menguraikan menjadi elemen-elemen penyusunnya.
3.
Analisis tahapan-tahapan pengerjaan.
4.
Bahan baku yang digunakan berikut dimensinya.
5.
Peralatan atau mesin yang digunakan.
6.
Waktu penyelesaian masing-masing aktivitas.
7.
Persentase scrap.
8.
Analisis ulang.
9.
Ringkasan aktivitas.

Adapun simbol atau lambang yang dipergunakan dalam peta proses operasi menurut adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 2004)  :
Tabel 2.2 Lambang yang digunakan dalam peta proses operasi
Aktivitas
Simbol
Keterangan Simbol
Operasi
Suatu kegiatan operasi terjadi bila benda kerja mengalami perubahan sifat fisik maupun kimiawi. Pada prakteknya lambang ini dapat juga dipergunakan untuk menyatakan aktivitas administrasi misalnya aktivitas perencanaan dan perhitungan.
Pemeriksanaan
Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi jika benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan, baik sebagai kualitas maupun kuantitas, lambang ini digunakan bila dilakukan perbandingan obyek tertentu dengan suatu standar.
Aktivitas Gabungan
Kegiatan ini terjadi jika kegiatan operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja.
Penyimpanan
Proses penyimpanan terjadi bila benda kerja disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, dan jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur perizinan tertentu.

2.2       Teori Routing sheet
            Lembar urutan proses (routing sheet) adalah tabulasi langkah-langkah yang dicakup dalam memproduksi komponen tertentudan rincian yang perlu dari hal-hal yang berkaitan (Apple,1990). Tujuan dari routing sheet adalah untuk mengetahui jumlah mesin atau peralatan produksi yang diperlukan dalam memenuhi jumlah produksi yang diinginkan, dengan memperhatikan persentase scrap, kapasitas mesin atau peralatan dan efisensi departemen atau pabrik.
Informasi yang dapat diperoleh dari Routing Sheet :
  1. Jumlah yang disiapkan oleh tiap operasi
  2. Jumlah yang dihasilkan dengan efisiensi yang telah ditentukan
  3. Jumlah mesin teoritis dan aktual
Contoh tabel urutan proses seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 2.3 Contoh Tabel Urutan Proses dan Perhitungan Kebutuhan Mesin
No.
Operasi
Deskripsi
Nama Mesin/peralatan
Produksi mesin/jam
(menit)
% Scrap
Bahan yang diminta
(unit)
Bahan yang disiapkan
(unit)
Produksi
dengan
Efisiensi
(unit)
Kebut. Mesin
Teoritis
(unit)
Aktual
(unit)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2.3       Teori tentang MPPC
 Peta proses produk darab (MPPC), ialah suatu diagram yang menggambarkan aliran atau urutan operasi kerja tiap elemen produk disetiap mesin atau stasiun kerja (Wignjosoebroto, 2000). Untuk membuat peta proses produk darab diperlukan data yang bersumber dari urutan produksi. Urutan produksi adalah tabulasi langkah-langkah yang dicakup dalam memproduksi komponen tertentu dan rincian yang perlu dari hal-hal yang berkaitan (Apple, 1990).
Berikut contoh tabel peta proses produk darab.
Tabel 2.4 Peta Proses Produk darab
Deskripsi Peralatan
Nomor Komponen
Jumlah mesin
100
200
300
400
Teoritis
Aktual
Receiving
Meja Pabrikasi
………………………………………………………………………

Pemindahan bahan adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam kegiatan produksi dan memiliki kaitan erat dengan perencanaan tata letak fasilitas produksi (Kurniawan). Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2000) :
Tabel 2.5 Aktivitas Pemindahan Bahan
No
Keterangan
1.
Pemindahan bahan dari gudang bahan baku menuju fabrikasi maupun assembling.
2.
Pemindahan bahan yang terjadi diproses satu jenis mesin menuju mesin lainnya :
Dari mesin menuju mesin fabrikasi lainnya
Dari mesin fabrikasi menuju mesin assembling
Dari mesin assembling menuju mesin lainnya
3.
Pemindahan bahan dari departemen perakitan menuju gudang barang jadi.





DAFTAR PUSTAKA

Sutalaksana, Iftikar Z., dkk. 2004. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Apple, James M. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Wignjosoebroto, Sritomo. 2000. Perancangan Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Jakarta: PT. Widya.
Purnomo, Hari. 2004. Perencanaan dan Perancangan Fasilitas. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

Sabtu, 15 September 2012

Jalan-jalan ke TMII











Aduh, bner-bner cape jln" keliling TMII
Gara-gara ni kaki admin 2 hari pada sakit,. (T.T)

Rabu, 11 Juli 2012

Laporan Pendahuluan MRP


SHIFT 2
1.      Secara garis besar, output MRP ini dibagi dalam tiga bagian. Sebutkan dan jelaskan !
(Sumber: http://e-je.blogspot.com/2009/03/material-requirements-planning-mrp.html)
2.      Apa yang dimaksud dengan lot-for-lot !
Jawab: Teknik penetapan ukuran lot didasarkan atas dasar pesanan diskrit. bertujuan untuk meminimumkan ongkos simpan, sehingga dengan teknik ini ongkos simpan menjadi nol. (Sumber: http://pustakaserpong.blogspot.com/2008/05/iv-sistem-mrp-material-requirement.html)

3.      Sebutkan input untuk MRP !
Jawaban: Input MRP
Input yang dibutuhkan dalam konsep MRP, yaitu sebagai berikut :
1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), merupakan ringkasan skedul produksi produk jadi untuk periode mendatang yang dirancang berdasarkan pesanan pelanggan atau peramalan permintaan. JIP berisi perencanaan secara mendetail mengenai jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap produk akhir beserta periode waktunya untuk suatu jangka perencanaan dengan memperhatikan kapasitas yang tersedia. Sistem MRP mengasumsikan bahwa pesanan yang dicatat dalam JIP adalah pasti, kendatipun hanya merupakan peramalan.
2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan yang berkaitan dengan:
a. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory).
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang (on order inventory).
c. Lead time dari setiap bahan.
3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan antara produk dengan komponen penyusunnya yang memberikan informasi mengenai daftar komponen, campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk. BOM juga memberikan deskripsi, penjelasan dan kuantitas dari setiap bahan baku yang diperlukan untuk membuat satu unit produk.

4.      Apa yang dimaksud dengan proses explosion dalam MRP !
Jawab: Proses explosion adalah proses penghitungan kebutuhan kotor untuk tingkat item/ komponen yang lebih bawah.
(Sumber: http://pustakaserpong.blogspot.com/2008/05/iv-sistem-mrp-material-requirement.html)
5.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a.    Perencanaan Agregat
b.    Inventory Status
Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan yang berkaitan dengan:
a. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory)
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang
(on order inventory).
c. Lead time dari setiap bahan.

Surat Lamaran Pekerjaan


Sabtu, 14 April 2012

Laporan Pendahuluan


1.      Secara garis besar, output MRP ini dibagi dalam tiga bagian. Sebutkan dan jelaskan !
a. primary report
b. action report
c. primari pegging report
(Sumber: http://e-je.blogspot.com/2009/03/material-requirements-planning-mrp.html)
2.      Apa yang dimaksud dengan lot-for-lot !
Jawab: Teknik penetapan ukuran lot didasarkan atas dasar pesanan diskrit. bertujuan untuk meminimumkan ongkos simpan, sehingga dengan teknik ini ongkos simpan menjadi nol. (Sumber: http://pustakaserpong.blogspot.com/2008/05/iv-sistem-mrp-material-requirement.html)

3.      Sebutkan input untuk MRP !
Jawaban: Input MRP
Input yang dibutuhkan dalam konsep MRP, yaitu sebagai berikut :
1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), merupakan ringkasan skedul produksi produk jadi untuk periode mendatang yang dirancang berdasarkan pesanan pelanggan atau peramalan permintaan. JIP berisi perencanaan secara mendetail mengenai jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap produk akhir beserta periode waktunya untuk suatu jangka perencanaan dengan memperhatikan kapasitas yang tersedia. Sistem MRP mengasumsikan bahwa pesanan yang dicatat dalam JIP adalah pasti, kendatipun hanya merupakan peramalan.
2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan yang berkaitan dengan:
a. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory).
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang (on order inventory).
c. Lead time dari setiap bahan.
3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan antara produk dengan komponen penyusunnya yang memberikan informasi mengenai daftar komponen, campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk. BOM juga memberikan deskripsi, penjelasan dan kuantitas dari setiap bahan baku yang diperlukan untuk membuat satu unit produk.

4.      Apa yang dimaksud dengan proses explosion dalam MRP !
Jawab: Proses explosion adalah proses penghitungan kebutuhan kotor untuk tingkat item/ komponen yang lebih bawah.
(Sumber: http://pustakaserpong.blogspot.com/2008/05/iv-sistem-mrp-material-requirement.html)
5.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a.    Perencanaan Agregat
b.    Inventory Status
Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan yang berkaitan dengan:
a. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory)
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang
(on order inventory).
c. Lead time dari setiap bahan.