Sparkly Santa Hat Ice Cream

Jumat, 14 September 2012

sistem produksi


BAB I
PENDAHULUAN


  1. 1.1       Latar Belakang

          Perusahaan industri memiliki barang, mesin dan manusia yang harus diolah, proses itu biasa disebut dengan kegiatan produksi. Perusahaan membutuhkan suatu ilmu yang dapat merancang kegiatan produksi. Kegiatan produksi dari awal sampai akhir agar tersusun dan berjalan lancar sesuai yang diharapkan, maka digunakanlah sistem produksi. Sistem produksi adalah suatu sistem yang mengatur kegiatan produksi dari manusia, mesin, dan seterusnya yang diolah secara transformasi untuk menghasilkan barang dan jasa yang memiliki pertambahan nilai.
         Sistem produksi memiliki masalah-masalah yang sangat kompleks dari segala macam sistem yang ada diperusahaan. Perusahaan industri dapat berkembang apabila semua permasalahannya dapat teratasi. Sebagian permasalahannya, seperti dapat menggambarkan jalannya proses produksi, meramalkan kebutuhan produksi, membuat jadwal produksi, dan meminimalkan waktu, serta ongkos proses produksi. Produk yang akan dibahas pada laporan akhir praktikum proses produksi adalah meja komputer.      
         Sistem produksi dalam pembuatan meja komputer seperti menggambarkan sesuai karakteristik peta, kegiatan produksi dan urutannya. Berdasarkan analisa tersebut total waktu pengerjaan, struktur produk, dan daftar jumlah produk yang diperlukan dapat diketahui sehingga efisiensi waktu dan biaya dapat tercapai. Metode yang digunakan peta proses operasi, peta proses perakitan, struktur produk dan bill of material.
         Peramalan dari suatu sistem produksi untuk mengetahui berapakah jumlah permintaan meja komputer yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Tingkat keakurasian dari peramalan merupakan suatu hal yang penting, karena pada dasarnya tidak ada peramalan yang tepat. Metode yang digunakan pada modul peramalan adalah metode WMA, SES dan regresi linier.
         Kegiatan produksi meja komputer dapat berjalan dengan baik jika dapat menjadwalkan produksi dan order pembelian untuk item-item JIP, memberikan input dasar bagi sistem MRP, dan sebagainya. Metode yang digunakan pada modul JIP adalah metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, metode mix strategy, dan metode transportasi.
         Memanfaatkan dan mengatur aliran bahan baku dan persediaan untuk pembuatan meja komputer agar sesuai jadwal induk produksi (Baroto, 2002). Metode yang dipakai dalam modul ini adalah lot for lot dan lot sizing.
         Proses pembuatan meja komputer pasti menginginkan keseimbangan pada setiap lini perakitan. Hal tersebut diharapkan untuk menghemat waktu dan biaya pembuatan meja komputer. Metode yang digunakan pada modul keseimbangan lini adalah metode RPW dan metode Wester-Killbrige.
         Konveyor biasa digunakan untuk kegiatan produksi, karena dapat meminimalkan waktu produksi dan mempermudah si operator dalam bekerja. Konveyor dalam praktium kali ini dapat digunakan untuk menyambung antara lini yang satu dengan yang lain. Metode yang digunakan adalah metode Killbrigt-Wester. Produk meja komputer ini semoga bermanfaat bagi masyarakat umum, selain itu harganya pun murah.

1.2          Identifikasi Masalah

Laporan akhir Praktikum Sistem Produksi ini memiliki beberapa permasalahan yang akan dibahas untuk masing-masing modul. Permasalahan yang ditemukan dalam laporan akhir ini adalah bagaimana menggambarkan jalannya proses produksi oleh peta proses operasi, peta proses perakitan, struktur produk dan bill of material dari pembuatan meja komputer. Bagaimana cara mengoptimalkan waktu untuk setiap pembuatan meja komputer tersebut. Bagaimana meramalkan permintaan jumlah penjualan meja komputer pada masa yang akan datang.
Bagaimana jadwal induk produksi dari manufaktur meja komputer berdasarkan 4 metode yaitu, metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, metode mix strategy, dan metode transportasi. Bagaimana membuat tabel material requirements planning dengan metode lot for lot dan lot size  selama 12 periode untuk meja komputer. Bagaimana menentukan suatu arus produksi yang lancar dalam rangka memperoleh efisiensi kerja yang tinggi dari perakitan meja komputer dengan metode RPW dan metode Kilbridge-Wester. Bagaimana menentukan suatu arus produksi yang lancar dalam rangka memperoleh efisiensi kerja yang tinggi dari perakitan meja komputer dengan metode Kilbridge-Wester.

1.3    Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum yang ingin dicapai dalam laporan akhir ini adalah mengetahui waktu pembuatan dan perakitan yang digambarkan dengan peta proses operasi dan peta proses perakitan dalam pembuatan meja komputer. Mengetahui kebutuhan bahan meja komputer yang digambarkan oleh struktur produk explotion dan implotion. Mengetahui tabel bill of material pembuatan meja komputer. Mengetahui waktu siklus, waktu baku, dan waktu normal dari pembuatan meja komputer tersebut.
Mengetahui jumlah permintaan meja komputer berdasarkan metode weight moving average, single exponential smoothing dan regresi linier. Selain itu tujuan dilakukannya peramalan penjualan meja komputer adalah mengetahui metode manakah yang tepat dari ketiga metode peramalan tersebut. Mengetahui total ongkos produksi dari setiap metode jadwal induk produksi yaitu metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, metode mix strategy, dan metode transportasi. Mengetahui metode mana yang paling tepat dan melihat hasil perencanaan agregat untuk periode yang akan datang. Mengetahui jadwal induk produksi dari pembuatan meja komputer.
Mengetahui jumlah material dari setiap komponen berdasarkan perhitungan material requirement planning (MRP) untuk produk meja komputer. Mengetahui efisiensi lini, balance delay dan smoothness index dengan metode RPW dan metode kilbridge-wester. Mengetahui metode yang paling tepat antara metode RPW dan metode kilbridge-wester untuk perakitan meja komputer. Mengetahui jumlah operator, kapasitas produksi, efisiensi lini, balance delay dan smoothness index dari metode kilbridge-wester perakitan meja komputer.

1.4    Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah yang diambil dari praktikum Sistem Produksi yaitu hanya mengenai pembuatan meja komputer. Tempat pengambilan data di Laboratorium Teknik Industri Lanjut di Kampus G312 Universitas Gunadarma. Materi yang dipelajari pada praktikum sistem produksi ada 6 modul. Modul OPC, APC, struktur produk, dan BOM dilakukan pengambilan data, seperti waktu dari awal sampai akhir pembuatan meja komputer, ukuran dari masing-masing komponen dan jumlah komponen meja komputer. Modul peramalan, perhitungan dilakukan berdasarkan pada 3 metode yaitu, metode weight moving average (WMA), single exponential smoothing (SES) dan regresi linier dimana dari metode single exponential smoothing (SES) dicari nilai mean absolute deviation (MAD) dan peta kontrol tracking signal. Modul Jadwal Induk Produksi (JIP) digunakan 4 metode yaitu, metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, mix strategi dan metode transportasi.
          Modul MRP didasarkan pada penggunaan lot size yang sudah ditentukan dimana lot size tersebut dibagi menjadi 2 yaitu  lot for lot dan lot sizing. Modul line balancing, penentuan jumlah stasiun kerja dan efisiensi lintasan untuk line balancing didasarkan pada dengan menggunakan metode RPW dan metode Kilbridge-Wester. Modul konveyor, melakukan perhitungan manual hanya dengan metode Kilbridge-Wester.

1.5    Prosedur Praktikum
          Berisikan tentang gambaran urutan pelaksanaan praktikum proses produksi dalam pembuatan meja komputer dan dijelaskan sesuai tahapan-tahapannya. Berikut adalah gambaran dan penjelasan pelaksanaan praktikum.
a.    Diagram alir pelaksanaan praktikum
Menggambarkan urutan proses pelaksanaan praktikum proses produksi dari awal hingga akhir. Diagram alir dapat dilihat pada gambar 1.1 yang dibuat seperti flowchart.
b.   Penjelasan Diagram Alir
Tahap pertama adalah inisialisasi, praktikum diawali dengan menentukan produk. Produk yang dipilih adalah meja komputer, alasannya adalah bahan baku yang mudah didapat dan proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Membuat gambaran rangcangan meja komputer untuk menyesuaikan ukuran dan jumlah bahan baku yang digunakan dari  masing-masing komponen.
Tahap kedua, membuat  produk dengan catatan jumlah komponen, waktu setiap proses produksi dari masing-masing komponen, dan  tahap perakitan harus dicatat. Hal tersebut sangatlah penting, karena dibutuhkan untuk tahap kedua yaitu data peta proses produksi dan peta perakitan produksi.
Tahap ketiga, menggambarkan urutan struktur produk dari data yang diketahui sebelumnya. Struktur produk dibagi menjadi dua, yaitu struktur produk explosion dan struktur produk implosion. Langkah selanjutnya, membuat tabel bill of material (BOM) yang berisi level, kode, deskripsi, dan kuantitas dari masing-masing komponen sesuai dengan struktur produk sebelumnya.
Tahap keempat, data permintaan yang berisi berapa jumlah meja komputer yang telah diproduksi diperiode sebelumnya. Lamanya periode sebelumnya yang dibutuhkan dalam proses perhitungan selanjutnya adalah selama 1 tahun.
Tahap kelima, setelah mendapatkan data permintaan perlu dilakukan perhitungan peramalan. Perhitungan dilakukan dengan cara manual dan software WinQSB. Perhitungan manual menggunakan 3 metode, yaitu metode weighted moving average (WMA), metode Single Exponential Smoothing (SES),  dan metode regresi linier. Hasil yang didapat dari salah satu metode yang paling tepat akan dijadikan sebagai data perencanan agregat.
Tahap keenam, setelah mengetahui jumlah meja komputer yang akan diproduksi dengan metode-metode peramalan sebelumnya. Perusahaan baru bisa melakukan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Tahap ketujuh, perencanaan produksi agregat dilakukan agar dapat mengatasi terjadinya fluktuasi dalam permintaan dan jumlah barang yang dihasilkan dapat bersifat konstan. Data yang dibutuhkan dalam perhitungan adalah tenaga kerja (TK), hari kerja (HK) dan biaya lembur. Hari kerja yang digunakan adalah setiap bulan dalam satu tahun.
Tahap kedelapan, karena item = 1 maksudnya pada laporan akhir ini hanya membuat meja komputer. Produk yang dibuat hanya 1, sehingga tidak perlu dilanjutkan ke proses disagregasi dan langsung dapat ke proses JIP (MPS).
Tahap kesembilan, proses disagregasi tujuannya adalah untuk memecah satuan agregat pada perencanaan agregat ke dalam setiap item produk serta mengetahui item suatu produk tersebut akan diproduksi (Sucipto dkk, 2006).
Tahap kesepuluh, JIP (MPS) digunakan untuk mendapatkan ongkos produksi yang paling kecil. Metode yang digunakan ada empat, yaitu metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, metode mix strategi dan metode transportasi.
Tahap kesebelas, perencanaan kebutuhan komponen (MRP). Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan bahan baku/persediaan yang ada (inventory status) secara optimal sesuai permintaan pada JIP. Perhitungan MRP dilakukan untuk setiap komponen dan membentuk meja komputer sesuai dengan struktur produk. Setelah diketahui jumlah dan waktu kedatangan bahan baku persedian baru bisa dilanjutkan kelangkah berikutnya.
Tahap keduabelas, line balancing (keseimbangan lini) berfungsi untuk meminimalkan waktu perakitan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar lini perakitan dapat berjalan lancar dan metode yang digunakan ada dua, yaitu metode RPW dan Kilbridge-Wester. Pilih balance delay dan smoothness index yang paling kecil, maka itulah metode yang paling baik.
Tahap terakhir, karena metode Kilbridge-Wester yang paling tepat dalam perhitungan line balancing, maka dilakukan perhitungan kembali pada modul terakhir.
Gambar 1.1 Diagram Alir Pelaksanaan Praktikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar